Bahasa
Sastra
Makalah
Tutorial Blog
Tutorial SEO
-
-
Premium Template
-
Makalah
A. Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan negara kepulauan, maka tidak heran jika Indonesia memiliki ribuan pulau. Pulau-pulau itu dapat kita bagi menjadi 2 golongan, yaitu pulau besar dan juga pulau kecil. Yang meliputi pulau besar yaitu Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, Jawa dan Papua.
Pulau Kalimantan yang paling luas diantara pulau-pulau lain. Jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di dunia, Kalimantan menduduki tingkat ketiga setelah Greeland. Sedangkan yang termasuk pulau kecil antara lain : Pulau Nias, Pulau Sumba, Pulau Sumbawa, Pulau Flores, dan masih banyak lagi. Dari sensus penduuk yang dilakukan pemerintah beberapa tahun lalu, penduduk Indonesia tercatat lebih dari 200 juta jiwa.
Para penduduk itu menempati semua pulau yang ada di Indonesia. Bagi penduduk yang tinggal di daerah pantai, mereka bermata pencaharian sebagai nelayan. Penduduk yang tinggal di daratan rendah cocok bekerja di bidang pertanian. Sedangkan penduduk yang tinggal di daerah pegunungan, mayoritas bekerja sebagai petani sayur, buah-buahan bahkan bunga.
Usaha yang mengapit Indonesia yaitu benua Asia dan Australia. Sedangkan samuderanya yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Dan Indonesia termasuk negara yang berada dalam bena Asia Tenggara. Dari sekian ribu pulau di Indonesia, ada satu pulau yang memiliki keindahan-keindahan yang luar biasa, yaitu Bali.
Pulau Bali mempunyai letak astronomi antara 75°4’ LU - 85°3’ LS dan 11°26’ BT - 115°43’ BT. Selain itu mempunyai luas wilayah 5.635,86 km2. Dari luas wilayah itu penduduk yang menempati Pulau Bali sekitar 4,5 juta jiwa. Sedangkan kepadatan penduduknya yaitu 800 jiwa/km2. Mereka berasal dari suku-suku yang ada di Indonesia. Suku-suku itu di bagi menjadi 2 yaitu : suku Asli dan suku pendatang. Yang termasuk suku asli yaitu suku bali yang tinggal di Bali. Sedangkan suku pendatang meliputi suku Jawa, Sasak, Madura, Indonesia dan Melayu. Mereka datang ke pulau bali untuk mencari pekerjaan. Agama yang mereka anut pun berbeda sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
Agama yang dianut oleh mayoritas penduduk di Bali yaitu Hindu dengan presentase 80%. Selain Hindu, agama yang dianut penduduk Bali yaitu Islam, Kristen, dan Hudha. Selain suku dan agama yang beraneka ragam, bahasa yang mereka pakaipun beragam. Diantaranya bahasa Bali, Jawa dan Indonesia. Jika dilihat dari segi administratif, Bali terdiri dari 8 Kabupaten, 1 Kotamadya, 51 Kecamatan dan 612 Desa/Banjar.
Kabupaten-kabupaten yang ada di Bali meliputi: Kabupaten Bangli, Klungkang, Karangasem, Jembrana, Tabanan, Badung, Granyar dan Buleleng. Sementara itu para penduduk Bali tidak mengenal RT, yang mereka kenal yaitu sistem banjar/dusun. Semua Kabupaten di Bali memiliki objek-objek wisata yang diunggulkan untuk menarik minat para pengunjung agar mau mengunjunginya.
Pengujung yang datang ke Bali tidak hanya berasal dari Indonesia saja, akan tetapi pengunjung yang berasal dari negara lain seperti Australia, Inggris, Perancis, Jepang, Cina, dll. Mereka rela menghabiskan waktunya untuk berkunjung ke Bali dan menikmati semua objek-objek wisata di Bali. Tetapi saat penduduk Bali khususnya yang beragama Hindu mmeperingati hari raya Nyepi, para turis itu harus segera meninggalkan pulau Bali.
Hari Raya Nyepi dilakukan dengan cara tanpa menyalakan api bahkan lampu. Jadi suasana malam hari saat Nyepi hanyalah sepi tanpa ada lalu lalang orang di jalanan, gelap dan semua toko-toko yang berasa di pinggir jalan pada tutup. Selain hari nyepi, masih ada tradisi-tradisi masyarakat bali yang lain. Diantaranya yaitu upacara ngaben. Ngaben merupakan upacara pembakaran mayat yang ada di Bali. Tetapi, tidak semua orang yang meninggal harus di bakar. Adapula yang di kubur sesuai keinginan dari keluarga yang ditinggalkan. Upacara ngaben biasanya untuk orang-orang yang beragama Hindu. Selain itu ada juga mayat yang diletakkan di bawah pohon trunyam.
Trunyam merupakan nama sebuah pohon yang bisa mengeluarkan bau wangi. Jadi, jika ada mayat-mayat yang diletakkan dibawahnya maka tidak akan tercium bau busuk. Masih banyak lagi tradisi-tradisi yang ada di Bali. Salah satunya yaitu pernikahan. Bagi wanita yang ingin menikah, dia tidak boleh mengecat rambutnya karena bila ada seorang gadis berambut merah atau yang lainnya maka dia dianggap cacat. Selain itu masih ada syarat lain untuk menadi seorang pengantin. Seperti dia tidak boleh berbadan gemuk dan kakinya tidak besar.
Selain tradisi yang kental, bali juga terkenal dengan objek-objek wisatanya dimana salah satunya adalah objek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK). Garuda Wisnu Kencana merupaan salah satu objek wisata yang sangat menarik. Kemenarikan tempat inilah yang membuat objek wisata ini menjadi satu pilihan bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal itu juga yang membuat penulis tertarik untuk menulisnya lebih lanjut dalam karya tulis yang diberi judul ”KEMEGAHAN GARUDA WISNU KENCANA”
B. Rumusan Masalah
1. Terdiri dari bagian-bagian apa saja objek wisata Garuda Wisnu Kencana?
2. Bagaimana proses penyelesaian proyek Garuda Wisnu Kencana?
3. Bangunan apa saja yang akan ada di kawasan Garuda Wisnu Kencana setelah selesai dikerjakan?
C. Tujuan Penulisan
Setiap orang dalam melakukan suatu pekerjaan pasti memiliki maksud dan tujuan. Begitu pula dengan penulis dalam penulisan karya tulis ini mempunyai tujuan yang hendak dicapai yaitu:
1. Penulis ingin mengetahui bagian-bagian-bagian dari objek wisata Garuda Wisnu Kencana
2. Penulis ingin mengetahui bagaimana proses penyelesaian dari proyek Garuda Wisnu Kencana
3. Penulis juga ingin mengetahui bangunan-bangunan apa saja yang akan setelah proyek ini selesai
Untuk lebih lengkapnya (Bab Awal-Akhir) silakan download di bawah ini.
File download: KARYA TULIS
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Analisis
wacana
adalah ilmu baru yang muncul beberapa puluh tahun belakangan ini.
Menurut
Lubis (dalam Salam), aliran-aliran linguistik selama ini membatasi
penganalisisannya hanya kepada soal kalimat dan barulah belakangan ini
sebagian
ahli bahasa memalingkan perhatiannya kepada penganalisisan wacana
(http://abdulsalamserbakomunikasi.blogspot.com/2010/03/pendekatan-analisis-wacana-discourse.html).
Analisis wacana dapat diartikan sebagai studi tentang
struktur pesan dalam komunikasi. Lebih tepatnya lagi analisis wacana adalah
telaah mengenai aneka fungsi (pragmatik) bahasa.
Analisis wacana lahir dari kesadaran bahwa persoalan yang
terdapat dalam komunikasi bukan terbatas pada penggunaan kalimat atau bagian
kalimat, fungsi ucapan, tetapi juga mencakup struktur pesan yang lebih kompleks
dan inheren yang disebut wacana. Dalam upaya menganalisis unit bahasa yang
lebih besar dari kalimat tersebut, analisis wacana tidak terlepas dari pemakaian
kaidah berbagai cabang ilmu bahasa, seperti halnya semantik, sintaksis,
morfologi, dan fonologi.
Penganalisisan
bahasa atau teori-teori bahasa dan penganalisisan kalimat sudah berjalan lama
dan tulisan-tulisan yang demikian pun tidak terhitung lagi jumlahnya. Akan
tetapi, penganalisisan wacana baru saja dilakukan dan berbagai tulisan tentang
wacana masih sedikit jumlahnya. Hal ini diakui oleh beberapa pakar bahasa.
Syamsuddin menyatakan, “Pembahasan dan analisis wacana merupakan suatu bidang
yang relatif baru dan masih kurang mendapat perhatian para ahli bahasa
(linguis) pada umumnya.” (Syamsuddin dalam Sobur, 2001). Pernyataan senada
dikatakan Harris (dalam Sobur, 2001) yang menyatakan, “discourse analysis is a
fact disappointing”. Ungkapan seperti itu didukung oleh kenyataan bahwa pada
mulanya pembahasan wacana itu dilakukan oleh para ahli sosiologi, antropologi,
serta filsafat, bukan oleh ahli bahasa. Oleh karena itu dapat dimaklumi jika
hingga sekarang pembahasan dan rujukan tentang wacana dan analisisnya masih
jarang, lebih-lebih dalam bahasa Indonesia.
Menurut Sumarlam, dkk., analisis wacana itu sendiri
dibedakan menjadi dua yaitu analisis wacana tekstual dan analisis wacana
kontekstual. Analisis Wacana Tekstual yaitu analisis yang meliputi analisis aspek
gramatikal dan aspek leksikal. Analisis aspek gramatikal terdiri dari pengacuan (referensi), penyulihan
(substitusi), pelesapan (elipsis), sedangkan aspek leksikal atau kohesi
leksikal dapat dibedakan menjadi enam macam, yaitu repetisi (pengulangan),
sinonimi (padan kata), kolokasi (sanding kata), hiponimi (hubungan atas-bawah),
antonimi (lawan kata, oposisi kata), dan ekuivalensi ( kesepadanan bentuk). Sementara
itu, analisis wacana kontekstual adalah analisis wacana yang mengkaji tentang
aspek-aspek internal wacana dan segala sesuatu yang secara eksternal melingkupi
sebuah wacana.
Dalam makalah ini, penulis akan membahas seputar
analisis wacana kontekstual yang akan lebih memfokuskan pengkajian analisis
wacana terutama dalam media elektronik.
Televisi merupakan salah
satu media iklan dari media elektronik yang dapat menarik perhatian konsumen
untuk membeli produk barang atau jasa yang ditawarkan. Selain itu, media
televisi juga sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan komersial. Pesan
yang disampaikan iklan melalui media televisi dapat diterima secara langsung
baik melalui pendengaran maupun penglihatan masyarakat atau konsumen dengan
baik. Bahkan iklan ditelivisi mudah diingat karena ada pengulangan penayangan
iklan.
Salah satu wacana dari media
elektronik yang dapat dikaji ialah sebuah iklan televisi. Iklan dikatakan
berhasil jika pengiklan dapat memikat sasarannya menjadi mitra untuk mendukung
atau membeli barang produksi yang ditawarkan, sehingga bahasa menjadi inti
sebuah iklan. Bahasa yang digunakan dalam bidang periklanan disebut juga ragam
iklan. Ragam iklan memiliki ciri khusus yang berbeda dengan ragam bahasa lain. Bahasa yang
digunakan dalam iklan adalah bahasa yang dapat menarik, membujuk, atau mempengaruhi
masyarakat untuk mengenal produksi barang atau jasa yang ditawarkan. Dengan
demikian, dalam periklanan khususnya periklanan audiovisual juga memerlukan
aspek konteks untuk memikat konsumen.
Dari beberapa ulasan di atas, dapat diketahui bahwa
materi ini sangat penting dan menarik untuk dikaji. Di samping ingin menambah khasanah keilmuan, khususnya dalam hal analisis
wacana, peneliti ingin mengetahui lebih mendalam seputar analisis wacana dalam
media elektronik. Oleh karena itu, peneliti menetapkan judul Analisis Wacana Kontekstual Media
Elektronik.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah di atas, penulis dapat menarik rumusan masalah sebagai
berikut.
1.
Apa yang dimaksud dengan analisis wacana?
2.
Apa pengertian dan bagaimana analisis konteks
wacana media elektronik?
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan
rumusan masalah di atas, tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk
mengetahui dan memahami:
1.
Pengertian dari analisis wacana.
2.
Pengertian dari analisis wacana kontekstual
dalam media elektronik beserta bentuk analisisnya.
Untuk keseluruhan BAB selanjutnya (Bab Awal-Akhir) silakan didownload di bawan ini.
File Download: ANALISIS WACANA KONTEKSTUAL
Pada kali ini, saya akan membagikan contoh bentuk proposal jenis PKM Kewirausahaan atau sering disebut PKMK. Sengaja saya bagikan karena ada beberapa orang yang request contoh dari PKMK. Semoga contoh PKMK ini bermanfaat untuk anda dan menambah semangat dalam bersaing dalam pembuatan karya yang semakin brilian. Panduan di dalam penyusunan PKM bisa anda download di sini Pedoman PKM 2011
Contoh PKM di bawah ini sengaja saya posting sebagian, Untuk membaca bentuk lebih lengkapnya, silakan download di sini Contoh Bentuk PKMK (Password: aurigamaulana.blogspot.com)
Berikut saya sajikan PKMK yang berjudul:
PEMBUATAN YOGHURT KEDELAI ANEKA RASA
(STRAWBERY, MELON, JERUK)
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
PEMBUATAN YOGHURT KEDELAI ANEKA RASA
(STRAWBERY, MELON, JERUK)
BIDANG KEGIATAN
PKMK
Disusun Oleh
Ilham Pradigda Mengku P. H 0605018 (2005)
Dita Rahmawati H 0605008 (2005)
Ratna Tri M H 0605062 (2005)
Inna Pradipta H 0606050 (2006)
Ratih Budi E H 0606062 (2006)
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2007
HALAMAN PENGESAHAN
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
1.
|
Judul Kegiatan
|
:
|
Pembuatan Yoghurt Kedelai Aneka Rasa (Strawbery, Melon, Jeruk)
|
2.
|
Bidang Kegiatan
|
:
|
PKMK (Kewirausahaan)
|
3.
|
Bidang Ilmu
|
:
|
Teknologi dan Rekayasa Hasil Pertanian
|
4.
|
Ketua Pelaksana Kegiatan
| ||
a. Nama Lengkap
|
:
|
Ilham Pradigda M P
| |
b. NIM / NRP
|
:
|
H 0605018
| |
c. Jurusan
|
:
|
Teknologi Hasil Pertanian ( THP)
| |
d. Universitas/Institut / Politeknik
|
:
|
Universitas Sebelas Maret Surakarta
| |
e. Alamat Rumah /Telp/Fax
|
:
|
Krangganharjo RT 02/III, Kec. Toroh, Kab. Grobogan, Jawa Tengah.
08564735****
| |
5.
|
Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis
|
:
|
4 orang
|
6.
|
Dosen Pendamping
| ||
a. Nama Lengkap dan Gelar
|
:
|
Ir. Choirul Anam, MP.
| |
b. NIP
|
:
|
132 316 567
| |
c. Alamat Rumah dan No. HP
|
:
|
Jl Slamet Riyadi Gg Duku No 8, RT 1 RW 6 Kabalan, Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo.
0812274****
| |
7.
|
Biaya Kegiatan Total (DIKTI)
|
Rp 6.000.000,00
| |
8.
|
Jangka Waktu Pelaksanaan
|
:
|
6 Bulan
|
Surakarta, 26 September 2007
Menyetujui
Ketua Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Ketua Pelaksana
Fakultas Pertanian
(Ir. Kawiji, MS) (Ilham Pradigda M P)
NIP. 131 570 295 NIM. H 0605018
Pembantu Rektor III Dosen Pembimbing
Universitas Sebelas Maret
Surakarta
(Drs. Dwi Tiyanto, S.U) (Ir. Choirul Anam, MP)
NIP. 130 814 593 NIP. 132 316 567
PEMBUATAN YOGHURT KEDELAI ANEKA RASA
(STRAWBERY, MELON, JERUK)
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang dan Motivasi Melakukan Usaha
Susu kedelai terbuat dari protein kedelai (hasil isolasi) yang diperkaya dengan methionin (asam amino esensial). Susu kedelai memiliki kadar protein dan asam amino yang hampir sama dengan susu sapi. Keunggulan susu kedelai dibandingkas susu sapi yaitu terletak pada kandungan kolesterol, susu kedelai tidak mengandung kolesterol sama sekali. Kandungan protein dalam susu kedelai dipengaruhi oleh varietas kedelai, jumlah air yang ditambahkan, jangka waktu dan kondisi penyimpanan, serta perlakuan panas. Kadar protein pada susu kedelai yang dibuat dengan perbandingan kedelai dan air 1: 8, 1: 10, dan 1 : 15 berturut – turut adalah 3,6 persen, 3,2 persen, dan 2,4 persen. Keunggulan lain susu kedelai adalah kecocokannya untuk orang – orang penderita defisiensi laktase.
Yoghurt merupakan hasil fermentasi susu oleh bakteri Lactobacillus bulgaricus yang bentuknya mirip bubur halus atau es krim. Yoghurt adalah salah satu upaya agar susu lebih awet, minuman ini disukai karena rasa segar, tekstur, dan aroma yang khas. Yoghurt hasil fermentasi susu kedelai disebut soyghurt sedangkan yoghurt yang dihasilkan dari santan kelapa disebut miyoghurt.
Berdasarkan flavornya, yoghurt dibedakan menjadi 3 macam. Plain atau natural yoghurt adalah yoghurt natural yang rasanya sangat asam, biasanya digunakan untuk campuran salad. Untuk memberi rasa manis biasanya ditambah gula sebelum dikonsumsi. Flavoured yoghurt adalah yoghurt dengan flavour sintetis dan pewarna makanan. Sedangkan fruit yoghurt adalah yoghurt yang telah dicampur sari buah atau buah yang dipotong kecil – kecil. Biasanya penambahan potongan buah (mencapai 10%) dilakukan setelah susu diinkubasi agar tidak mengendap atau mengganggu tekstur yoghurt. Setelah beberapa jam diinkubasi, potongan buah dimasukkan ke dalam susu kemudian dilanjutkan lagi hingga satu jam hingga menghasilkan yoghurt dengan tekstur merata. Yoghurt kedelai aneka rasa inilah yang menggunakan prinsip atau kategori yoghurt yang ketiga (fruit yoghurt).
Buah-buahan bersifat perishable (mudah rusak) sehingga umur simpannya dalam keadaan segar sangat rendah. Untuk membuat umur buah-buahan menjadi lebih lama maka salah satu cara yang bisa dilakukan ialah pengolahan produk buah-buahan tersebut. Salah satu produk olahan tersebut adalah pasta buah. Perkembangan tingkat konsumsi masyarakat terhadap pasta buah dinilai masih rendah, oleh sebab itu diperlukan usaha untuk pemanfaatan pasta buah tersebut.
Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan mencampurkan pasta buah tersebut ke dalam yoghurt. Dengan adanya pencampuran tersebut maka akan terbentuk sebuah yoghurt baru yang memiliki kandungan gizi dan flavour yang lebih bervariasi. Di sisi lain, produk yoghurt kedelai aneka rasa akan meningkatkan nilai ekonomi dari susu kedelai dan buah - buahan. Produk yoghurt aneka rasa akan mempunyai kelebihan dibanding yoghurt biasa yang sudah beredar di pasaran terutama dalam hal kandungan nutrisi maupun flavornya. Peluang usaha yoghurt kedelai aneka rasa masih sangat besar mengingat bahan utamanya yaitu berupa susu kedelai mudah diperoleh dan dibuat.
Pembuatan yoghurt kedelai aneka rasa merupakan salah satu cara bagi mahasiswa untuk menggali keterampilan, semangat dan jiwa kewirausahaan. Proses pembuatan yoghurt aneka rasa relatif mudah sehingga usaha ini sangat mungkin dilakukan oleh mahasiswa dan bahkan dikembangkan oleh mahasiswa. Mahasiswa merupakan sosok yang masih mempunyai semangat tinggi, khususnya dalam hal ini kewirausahaan. Semangat juang untuk tidak pantang menyerah mahasiswa akan sangat mendukung dalam perkembangan unit usaha yang dijalankannya dalam hal ini pembuatan yoghurt aneka rasa.
Daerah Surakarta dan sekitarnya terdapat banyak kawasan wisata yang banyak didatangi oleh para turis baik lokal, nasional maupun internasional. Kondisi tersebut merupakan salah satu peluang bagi usaha pembuatan yoghurt kedelai aneka rasa. Dengan kondisi tersebut maka produk yoghurt kedelai aneka rasa dapat digunakan sebagai oleh-oleh atau makanan khas dari daerah Surakarta dan sekitarnya bagi para turis yang berkunjung ke obyek-obyek wisata di daerah tersebut.
Usaha yoghurt kedelai aneka rasa ini layak dikembangkan karena potensi produksi susu kedelai dan buah-buahan sebagai bahan baku utama produk ini mudah didapatkan di daerah Surakarta dan sekitarnya. Disamping itu, kendala atau masalah yang dihadapi oleh para produsen susu kedelai saat ini adalah akibat rendahnya harga jual susu kedelai. Diharapkan dengan berbekal sedikit pengetahuan dan bimbingan dari dosen selama kuliah, maka kami dapat mengolah susu kedelai tersebut menjadi yoghurt aneka rasa demi peningkatan nilai ekonomi susu kedelai.
Motivasi melakukan usaha pembuatan yoghurt kedelai aneka rasa (strawbery, melon, jeruk) karena umur simpannya relatif lama, sebagai sumber protein dan vitamin. Selain itu, usaha pembuatan yoghurt kedelai aneka rasa ini merupakan salah satu wahana belajar bagi mahasiswa untuk menumbuhkan dan melatih jiwa kewirausahaan.
2. Justifikasi Pemilihan Obyek Usaha
- Merupakan minuman kesehatan.
- Dapat dikonsumsi secara langsung.
- Usaha ini mudah diaplikasikan oleh mahasiswa karena proses produksinya relatif mudah.
- Mahasiswa umumnya telah menguasai penggunaan teknologi yang digunakan untuk membuat produk yoghurt aneka rasa ini.
3. Tujuan Usaha yang Hendak Dicapai
- Membuat terobosan baru produk minuman kesehatan yang terjangkau oleh masyarakat luas.
- Meningkatkan nilai ekonomi susu kedelai dan pemanfaatan buah - buahan.
- Mendapatkan keuntungan yang optimal.
Untuk membaca bentuk lebih lengkapnya, silakan download di sini: Contoh PKMK.
Password: aurigamaulana.blogspot.com
Download juga PKMK lainnya:
Perhatian:
Contoh PKM diatas saya harap digunakan dengan semestinya dan tidak disalahgunakan.
Demikianlah artikel mengenai Contoh Program Kreatifvitas Mahasiswa, semoga dapat memberikan manfaat kepada Anda. Akses-Ilmu
Laporan Observasi (LO) sengaja saya publikasikan karena sebagian mahasiswa yang melakukan penelitian observasi untuk membuat laporan ketika Program Pengalaman Lapangan (PPL) masih ada yang bingung atau mengalami kesalahan. Sebenarnya untuk format penulisan LO pada tiap-tiap universitas pada hakikatnya sama, walaupun sebagian ada berbedaan.
Untuk mempermudah pembuatan LO, saya publikasikan LO saya untuk memberi gambaran dan susunan maupun bahasan yang harus dilaporkan. Untuk bentuk LO secara utuh, silakan DOWNLOAD LAPORAN OBSERVASI di sini. (password rar: aurigamaulana.blogspot.com)
LAPORAN OBSERVASI
PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN
DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 1 KARTASURA
TAHUN PELAJARAN 2010/2011
Disusun untuk Melengkapi Tugas-tugas dan
Memenuhi Syarat-syarat guna Menempuh Ujian
Program Pengalaman Lapangan
Di SMA Negeri 1 Kartasura
Oleh:
AURIGA MAULANA KHASAN
1207010
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Program Pengalaman Lapangan
Pesatnya Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini juga harus diimbangi dengan pesatnya pendidikan dinegara kita. Kita harus menghadapi hal itu dengan rasa optimis. Sebagai mahasiswa,khususnya mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta (FKIP UNS) harus mempersiapkan diri sehingga akan mampu mengatasi dan mensucikan diri dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi.
Tingkat keterlibatan intelektual dan emosional dalam proses belajar mengajar sangat mempengaruhi kualiatas hasil belajar mahasiswa, sehingga sebagai seorang mahasiswa FKIP, kita tidak hanya dibekali dengan pengetahuan secara teoritis saja, tetapi juga dengan pengetahuan lapangan.Untuk itu mahasiswa FKIP UNS diwajibkan melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL).
PPL dalam rangka praktek kependidikan merupakan kegiatan yang dimulai dengan pengenalan medan,pembentukkan ketrampilan secara terbatas dan mengajar sesungguhnya,baik secara superviced teaching (diawasi) maupun full responsibility teaching (sepenuhnya berdiri sendiri).
B. Pengertian Program Pengalaman Lapangan
Program Pengalaman Lapangan adalah salah satu kegiatan kurikuler yang merupakan kaliminasi dari seluruh program pendidikan yang telah dihayati dan dialami oleh mahasiswa di LPTK, maka PPL dapat diartikan sebagai suatu program yang merupakan ajang pelatihan untuk menerapkan berbagai pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam rangka pembentukan guru yang professional. Dengan demikian PPL adalah suatu program yang mempersyaratkan kemampuan aplikatif dan terpadu dari seluruh pengalaman belajar sebelumnya ke dalam program pelatihan berupa kinerja dalam semua hal yang berkaitan dengan jabatan keguruan baik kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya.
C. Tujuan Program Pengalaman Lapangan (PPL)
Tujuan diadakan dan dilaksanakannya Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah untuk membentuk calon guru tenaga pendidik yang profesional melalui kegiatan atau praktek langsung pelatihan disekolah sehingga mahasiswa calon guru dapat:
1. Mengenal secara cermat lingkungan fisik, administrasi, akadernik dan sosial psikologis sekolah tempat pelatihan prajabatan berlangsung.
2. Mengusai berbagai keterampilan dasar mengajar.
3. Menerapkan berbagai kemampuan professional keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi nyata.
4. Mampu mengembangkan aspek pribadi dan sosial di lingkungan sekolah.
5. Menarik kesimpulan nilai edukatif dan penghayatan dan pengalaman selama pelatihan melalui refleksi dan menuangkan hasil refleksi itu dalam bentuk laporan.
D. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai dari Program Pengalaman Lapangan adalah membentuk pribadi calon guru yang memiliki seperangkat pengetahuan,ketrampilan,nilai,sikap serta tingkah laku yang diperlukan bagi profesinya serta cakap dan tepat menggunakannya didalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran baik di masyarakat,sekolah maupun diluar sekolahMengkaji dan mengembangkan praktek keguruan dan kependidikan ,memantapkan kemitraan FKIP-UNS dan sekolah/lembaga pendidikan.
E. Bobot dan Pelaksanaan
Program Pengalaman Lapangan (PPL) atau Praktek Kependidikan merupakan bagian integral dari keseluruhan kurikulum pendidikan guru berdasarkan kompetensi yang diberi bobot 3 SKS. Sementara itu pelaksanaan PPL dibagi dalam 3 tahap, yaitu tahap observasi, tahap partisipasi, dan tahap ujian.
1. Tahap Observasi
Observasi merupakan tahap awal dari pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) mampu memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang keseluruhan sistem pendidikan dan pengajaran yang akan menunjang keberhasilan belajar dan mengajar. Tahap observasi meliputi observasi kelas, observasi sekolah, observasi guru mengajar, observasi kegiatan pembelajaran, observasi administrasi sekolah serta observasi intrakurikuler dan ekstrakurikuler sekolah tempat PPL dilaksanakan. Waktu pelaksanaan observasi dimulai tanggal 2 Agustus 2010 sampai dengan selesai. Metode observasi yang digunakan antara lain :
a) Ceramah
Data yang diperoleh dari hasil ceramah/keterangan yang diberikan oleh staf yang ditunjuk dari sekolah.
b) Documentary Research
Data yang diperoleh berdasarkan dokumentasi yang tersedia di sekolah.
c) Interview
Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak-pihak yang bersangkutan.
2. Tahap Partisipasi
Tahap ini meliputi latihan mengajar dan latihan melaksanakan tugas pendidikan Yakni suatu tahap dimana praktikan berperan aktif melaksanakan praktik yang terdiri dari praktik mengajar dan praktik kependidikan non mengajar.
a. Praktik Mengajar
Praktik mengajar meliputi latihan mengajar terbimbing dan latihan mengajar mandiri yang dilaksanakan sebanyak beberapa kali dengan diselingi diskusi, supervisi dan evaluasi sampai praktikan dianggap siap untuk ujian. Setelah melaksanakan latihan, mahasiswa akan mendapat supervisi klinis dari guru pamong atau dosen pembimbing untuk menunjukkan kekurangan dan hal yang sudah baik selama latihan, kemudian diberikan pengarahan agar penampilan berikutnya menjadi lebih baik.
b. Tugas Nonmengajar
Tugas nonmengajar yaitu melaksanakan kegiatan yang menunjang aktivitas kependidikan secara keseluruhan, meliputi:
1) melaksanakan tugas sebagai guru piket
2) ikut serta mengawasi ujian/ulangan harian mengikuti kegiatan upacara di sekolah
3. Tahap Ujian Praktik Mengajar
Setelah praktikan dirasa cukup siap dan latihan sudah dianggap baik oleh guru pamong dan dosen pembimbing, maka tahap ketiga adalah pelaksanaan ujian praktek mengajar. Proses ujian ini sama dengan praktik mengajar. Hanya saja pada ujian mengajar, mahasiswa tidak dapat memperoleh bimbingan atau supervisi. Yang berhak menguji adalah dosen pembimbing dan guru pamong. Apabila salah satu berhalangan hadir, maka kewenangan ada pada koordinasi dosen pembimbingan dan kepala sekolah.
F. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang diperlukan untuk dapat memandu pelaksanaan operasional adalah:
1. Menjelaskan pengertian, tujuan, serta Program Pengalaman Lapangan (PPL) itu sendiri
2. Memberikan uraian tata cara penilaiannya
3. Menjelaskan tata laksana pelaksanaannya
4. Menjelaskan mekanisme penyelenggaraannya
5. Menyediakan format-format yang diperlukan berikut penjelasannya
G. Tempat dan Waktu
Program Pengalaman Lapangan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kartasura pada tahun ajaran 2010/2011 selama 3 bulan (sekitar 12 minggu) terhitung mulai penyerahan mahasiswa PPL (2 Agustus 2010) sampai waktu penarikan kembali ke universitas (3 Desember 2010).
H. Daftar Mahasiswa PPL SMA Negeri 1 Kartasura
Jumlah mahasiswa praktikan yang melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 1 Kartasura sebanyak 30 mahasiswa, yang terdiri dari berbagai program studi di Fakultas Keguruaan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Untuk download lebih lengkap (Pendahuluan - Bab I - Bab II - Bab III - Bab IV - Bab V - Bab VI), silakan donwload Laporan Hasil Observasi di sini: LAPORAN OBSERVASI
Berikut nama mahasiswa PPL SMA N 1 Kartasura tahun 2010/2011.
No.
|
Nama Mahasiswa
|
Program Studi
|
1
|
Auriga Maulana Khasan
|
Pend. Bahasa Indonesia
|
2
|
Khusnaini Prihananto
|
Pend. Bahasa Indonesia
|
3
|
Puspitaningtyas Natalia
|
Pend. Bahasa Indonesia
|
4
|
Istiqomah
|
Pend. Kimia
|
5
|
Arika Mulya Agus
|
Pend. Kimia
|
6
|
Magdalena Dewi S
|
Pend. Kimia
|
7
|
Imtihani Nah
|
Pend. Kimia
|
8
|
Anniversary Hamidah
|
Pend. Bahasa Inggris
|
9
|
Rendra Prasetya Wijaya
|
Pend. Bahasa Inggris
|
10
|
Endang Sri Lestari
|
Pend. Bahasa Inggris
|
11
|
Untung Gunawan
|
Pend. Geografi
|
12
|
Nurul Deni Kistiyah
|
Pend. Geografi
|
13
|
Dwi Silvawati
|
Pend. Geografi
|
14
|
Roga Dayu R.
|
Pend. Matematika
|
15
|
Rudi Anshori
|
Pend. Matematika
|
16
|
Rima Nurvilia Sari
|
Pend. Matematika
|
17
|
Adi Kurniawan
|
Pend. Akuntansi
|
18
|
Arni W
|
Pend. Akuntansi
|
19
|
Dwi Anjani
|
Pend. Akuntansi
|
20
|
Danik Wahyuningsih
|
Pend. Biologi
|
21
|
Alyuni Wulantika S.
|
Pend. Biologi
|
22
|
Fatih Ngaisah W.
|
Pend. Biologi
|
23
|
Ayu Prasetyaningrum
|
Pend. Fisika
|
24
|
Andi Desi Y. M
|
Pend. Fisika
|
25
|
Wulan Yunita
|
Pend. Fisika
|
26
|
Arif Aulia Rachman
|
Pend. Olah Raga
|
27
|
Budi Wijaya
|
Pend. Olah Raga
|
28
|
Widya Purnama
|
Pend. Olah Raga
|
29
|
Harjanto
|
Pend. Olah Raga
|
30
|
Wahyu Diana Putra
|
Pend. Olah Raga
|
Password rar: aurigamaulana.blogspot.com
Demikianlah artikel mengenai Contoh Laporan Hasil Observasi. Semoga dapat memberikan manfaat kepada Anda. Akses-Ilmu
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
- Contoh Paragraf Narasi, Deskripsi, Eksposisi, Argumentasi, dan Persuasi
- Perbedaan Gagasan Utama, Kalimat Utama, dan Kesimpulan
- Definisi Resensi + Contoh Resensi Cerpen
- Download Kumpulan Soal SIMAK UI Plus Kunci Pembahasan
- Jenis-Jenis Paragraf Eksposisi
- Teks Prosedur Kompleks
- Cara Menemukan Gagasan Utama atau Ide Pokok



